Jumat, 23 Maret 2012

HUT RI KE 66


AMANAT PEMBINA UPACARA
RABU, 17 AGUSTUS 2011

PERJUANGAN PANJANG
 MENGGAPAI KEMERDEKAAN
    OLEH : Bpk. Arifin,S.Ag.M.Pd.


  

Hari ini adalah peringatan proklamasi yang akbar, karena bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan. Hari di mana Alqu’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan bulan puasa.
Tentu kita mengetahui sejarah panjang bagaimana Bangsa Indonesia bisa merdeka seperti sekarang ini. Bangsa Indonesia mengalami tiga fase sejarah, yaitu masa Indonesia kuno/klasik, masa Indonesia madya, dan masa Indonesia modern. Sejak masa Indonesia modern, kita didatangi bangsa Eropa. Sejak itulah kita mulai dijajah. Selama tiga setengah abad Bangsa Indonesia hidup menderita di bawah penjajahan bangsa asing.
Ada dua fase perjuangan di masa Indonesia Modern, yaitu sebelum dan sesudah tahun 1908 yang ditandai dengan munculnya gerakan Budi Utomo. Sehingga setelah tahun 1908 disebut-sebut sebagai perjuangan dengan semangat Kebangkitan Nasional. Saat itu kita dijajah Bangsa Belanda. Setelah Belanda mundur, kita dijajah Jepang.
Karena Jepang dipukul mundur oleh sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945, maka Bangsa Indonesia mempersiapkan kerangka persiapan kemerdekaan dengan membentuk BPUPKI. Kemudian badan tersebut diganti PPKI. Tetapi terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dan tua dalam menyikapi persiapan kemerdekaan. Para pemuda ingin Indonesia merdeka sendiri tanpa pemberian oleh Jepang. Sehingga Bung Karno dan Bung Hatta diamankan oleh pemuda dibawa ke Rengasdengklok pada tanggal 16 pagi, pukul 04.00. Agar kedua tokoh tersebut tidak terpengaruh oleh sekutu.
Kemudian tokoh muda dan tua bertemu di Jakarta. Mereka sepakat bahwa proklamasi akan dilaksanakan tangggal 17 Agustus 1945. Malam hari tanggal 16 Agustus di rumah Laksanamuda Maheda, Bung Karno dan Bung Hatta diajak untuk merusmuskan teks proklamasi. Di pagi harinya proklasmai ingin dikumandangkan di lapangan Ikada (Monas). Tetapi karena di tempat tersebut banyak tentara Jepang, maka dipindah di kediaman Bung Karno Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 (Jalan Proklamasi) Jakarta.
Setelah proklasi dikumandangkan, bangsa Indonesia masih berjuang melawan dua agresi penjajahan oleh sekutu dan belanda yang masih sangat banyak menelan korban harta, benda maupun nyawa bangsa kita.
Mengingat perjuangan panjang untuk menggapai kemerdekaan tersebut, maka kita harus mengisi kemerdekaan dengan mengenang jasa dari para pahlawan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat perjuangan para pahlawannya.
Kita isi kemerdekaan dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme (rasa memiliki Bangsa Indonesia). Kita sebagai generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi untuk hal positif demi kemajuan Bangsa Indonesia. Kita jangan terpengaruh oleh dampak negatif dari kemajuan teknologi. Untuk itu mari kita tanamkan iman dan takwa di bulan puasa ini untuk membentengi diri dari dampak negatif teknologi  dan arus globalisasi.  


Oleh redaksi mading MTs Sholihiyyah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar