Jumat, 23 Maret 2012

SUMPAH PEMUDA


PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA
KAMIS, 28 OKTOBER 2010


MENILIK SEJARAH
   SUMPAH PEMUDA
     OLEH : Bpk. Arifin, S.Ag.




Bangsa Indonesia adalah bangsa yang telah banyak memiliki sejarah perjuangan dan para pejuang bangsa, di antaranya adalah sumpah pemuda. Kita bisa menjadi seperti sekarang ini melalui proses yang sangat panjang. Sejarah bangsa Indonesia di bawah penjajahan selama 350 tahun dikuasai bangsa eropa, yaitu  Portugis, Inggris, dan Belanda. Setelah sekarang merdeka kita jangan enak-enakan, tapi tetap mempertahankan kemerdekaan.
Sumpah pemuda tidak lepas dari perjuangan Bangsa Idonesia melalui proses perjuangan yang selalu mengalami perubahan. Terjadinya perubahan perjuangan bangsa Indonesia dimuali pada tahun 1908 dan sesudahnya. Sebelumnya perjuangan tidak terkendali oleh satu komando, hanya bersifat separatis atau kedaerahan. Setelah tahun 1908 perjuangan memiliki satu komando kesadaran terhadap pentingnya persatuan. Sehingga muncul berbagai macam pergerakan nasional yang tidak lepas dari pengaruh-pengaruh dari dalam maupun luar.
Perjuangan Bangsa Indonesia pada tahun 1908 memunculkan pergerakan nasional yang dilakukan akibat faktor dari dalam maupun luar. Dari dalam, mengalami banyak penindasan dan menyadari adanya kejayaan masa lalu pada saat kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, sehingga Bangsa Indonesia tergerak hatinya untuk mewujudkan pergerakan nasional. Ini juga tidak lepas dari  kebijakan Belanda yang saat itu menerapkan politik etis, sebagai faktor dari luar. Isi kebijakan ini di antaranya Bangsa Indonesia diberi kesempatan untuk belajar sehingga muncullah kaum cendekiawan. Mereka sadar bahwa bangsanya diinjak-injak oleh bangsa lain. Karenanya mereka mengubah sistem peragerakan nasional yang diwalai degan Budi Utomo. Pada akhirnya muncul berbagai pergerakan nasional yang lain seperti PMI dan Indishe partais sampai muncullah Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda muncul karena  adanya kesadaran bahwa kepentingan mereka belum bisa terakomodasi dalam wadah pergerakan nasional Budi Utomo. Mereka terpecah-pecah menjadi berbagai pergerakan nasinal kepemudaan, misalnya Trikoro Darmo yang akhirnya berubah menjadi Yong Java. Kemudian muncul berbagai pergerakan nasional kepemudaan dari daerah yang lain, ada Yong Sumatra, Yong Selebes dan Yong-yong yang lain. Akhirnya para pemuda Indonesia menyadari pentingnya persatuan di kalangan pemuda untuk mencapai kemerdekaan. Sehinga muncullah Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 sebagai tonggak sejarah bangsa Indonesia khususnya para pemuda. Saat itu para pemuda dalam melaksanakan kongres mendapatkan banyak hambatan dari penjajah. Untuk mengibarkan bendera merah putih saja tidak boleh. Namun para pemuda tidak kehilangan akal. Background dan dekorasi ruangan kongres dibuat nuansa merah putih. Lagu Indonesia raya pun tidak bisa dinyanyikan secara utuh. ”Idonesia raya merdeka” diganti ”Indonesia raya mulia”.
Yang bisa diambil dari perjuangan para pemuda saat itu, adalah bahwa kalian yang pada saat ini sedang mengenyam pendidikan di MTs maupun SMK Sholihiyyah, tingkatkanlah kegiatan belajar. Sadarilah bahwa masa depan kalian tergantung pada diri kalian sendiri. Karena sekarang begitu mudahnya kalian untuk menggapai cita-cita. Tidak seperti masa penjajahan dulu yang harus berhadapan dengan penjajah untuk mencapai cita-cita. Yang diperbolehkan mengenyam pendidikan hanya dari kalangan para ningrat. Sekarang semua kalangan diberi kesempatan  untuk belajar. Seharusnya hal ini bisa menjadikan motivasi kita sebagai pemuda Indonesia untuk bertanggung jawab mengisi pembangunan dengan hal-hal yang positif. Apalagi di era globalosasi seperti ini kalian jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang akhirnya akan menjerumuskan kalian.
Jadi berperilakulah sesuai dengan norma-norma agama dan norma-norma berbangsa dan bernegara. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak baik, sehingga menjadikan bangsa Indonesia disusahkan oleh pemikiran-pemikiran pemuda yang tidak mendukung  kepentingan berbangsa dan bernegara.
                                                                                      Redaksi mading MTs Sholihiyyah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar